Sehubungan akan dilaksanakan Munas VI IPASPI tahun 2015, kami lampirkan surat yang dimaskud :

 

Pembinaan dan Pengarahan dari Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta selaku pembina IPASPI Dilanjutkan Pengarahan Ketua Umum IPASPI, Ketua I, Ketua II, Ketua III dan Ketua Panitia Penyelenggara MUNAS VI IPASPI 

 

                                                                                                                                Jakarta,       Maret 2015

Nomor                  : 02/IPASPI/III/2015

Lampiran             : 1 (satu) Eksemplar                                                        Kepada YTH.:

Perihal                  : Undangan                                                                         (Daftar Undangan Terlampir)

                                                                                                                                Di –

                                                                                                                                                Tempat

 

          Sehubungan akan dilaksanakan Munas VI IPASPI tahun 2015, maka dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr. Untuk hadir pada  :

 

                          Hari dan Tanggal               : Jum’at,  27 Maret 2015

                          Waktu                             : Pukul 12.30 WIB s/d Selesai

                          Tempat                            : AULA Lantai 6 Pengadilan Tinggi Jakarta

                          Acara                                : - Pembinaan  Oleh Ketua Pengadilan Tinggi Jakarta

             - Rapat persiapan pelaksanaan Munas

 

          Demikian, atas perhatian dan kesediaan Bapak/Ibu kami haturkan terima kasih.

 

 

 

Ketua Panitia

 

 

 

 

Dr. H.Teuku Ilzanor, SH.SE , MHum

 

 

 

 

 

                                                                                                                                Jakarta,       Maret 2015

Nomor                  : 01/IPASPI/III/2015

Lampiran             :                                                                                               Kepada YTH.:

Perihal                  : Undangan                                                                         (Daftar Undangan Terlampir)

                                                                                                                                Di –

                                                                                                                                                Tempat

 

          Sehubungan akan dilaksanakan Munas VI IPASPI tahun 2015, maka dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr. Untuk hadir pada  :

 

                          Hari dan Tanggal               : Kamis, 5 Maret 2015

                          Waktu                                   : Pukul 18.30 WIB s/d Selesai

                          Tempat                                                : Talaga Sampireun Jl. Lapangan Golf 7 Ancol

                                                                             Pademangan Jakarta Utara

                          Acara                                     : Rapat persiapan pelaksanaan Munas

 

          Demikian, atas perhatian dan kesediaan Bapak/Ibu kami haturkan terima kasih.

 

 

 

Sekretaris Umum

 

 

 

 

Dr. H.Teuku Ilzanor, SH., MH

 

 

Mengetahui,

Ketua Umum

 

 

 

 

Dr. H.R.M ANTON SUYATNO SH., MHum

 

 

pta-yogyakarta.go.id (Jumat,30/09/11) – Rabu 28 September 2011,

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta, Drs. H. Ahmad Syarhuddin, SH., MH, Panitera / Sekretaris, Supardjiyanto, SH serta sejumlah Pejabat Kepaniteraan dan Kesekretariatan menghadiri Syawalan dan Halal Bil Halal IPASPI Daerah Provinsi D.I. Yogyakarta yang digelar di Gedung Serba Guna Jl. Turgo, Sleman.

Seluruh anggota IPASPI Daerah Provinsi D.I. Yogyakarta meliputi empat peradilan yaitu Pengadilan Agama, Pengadilan Umum, Pengadilan Militer dan Pengadilan Tata Usaha Negara, turut hadir dalam acara ini. Acara yang dimulai pukul 09.30 WIB dan berakhir pukul 12.30 WIB, berlangsung semarak dan penuh kekeluargaan.

 

Kegiatan Syawalan ini merupakan salah satu kegiatan rutin tahunan IPASPI Daerah Provinsi D.I. Yogyakarta yang bertujuan untuk  mempererat tali silaturahim dan saling bermaaf-maafan sesama anggota IPASPI Daerah Provinsi D.I. Yogyakarta. Dan sebagai penyelenggara kegiatan kali ini dipercayakan kepada IPASPI cabang Sleman.

Dalam sambutannya, Ketua IPASPI Daerah Provinsi D.I. Yogyakarta, Supardjiyanto, SH, sempat menyinggung tentang hasil MUNAS IPASPI yang diselenggarakan belum lama ini. Selain itu beliau berpesan, IPASPI yang merupakan salah satu dari empat pilar organisasi Mahkamah Agung RI, dapat saling bahu membahu dan saling mengait dengan organisasi lainnya, dibawah naungan Mahkamah Agung RI seperti PTWB, IKAHI dan Dhrammayukti Karini agar badan peradilan yang agung dapat terwujud seperti apa yang ada dalam cetak biru reformasi birokrasi Mahkamah Agung RI.

Pembina IPASPI Daerah Provinsi D.I. Yogyakarta, Drs. H. Ahmad Syarhuddin, SH., MH dalam pengarahannya menyampaikan bahwa dalam peradilan terdapat jabatan hakim dan non hakim dan jabatan non hakim inilah yang banyak terserap di IPASPI. Namun perlu diingat dan diperhatikan bahwa dalam pelaksanaannya jangan mengkotak-kotakkan warga peradilan berdasarkan jabatan, apakah itu hakim atau non hakim karena semua jabatan yang ada di peradilan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Agar lembaga peradilan dapat berjalan dengan baik, semua jabatan dan sendi-sendi yang ada di peradilan harus saling berkerja sama, jika salah satu saja ada yang tidak berjalan maka lembaga peradilan tersebut akan berjalan terseok-seok. Karena itulah, tidak ada jabatan di lembaga peradilan yang tidak penting.

Yang cukup menarik pada acara syawalan ini, adanya acara pembagian hadiah kepada para hadirin yang dilakukan dengan cara pengundian nomor presensi kehadiran pada acara tersebut. Meski hadiah yang dibagikan tidaklah mewah namun rasa kebersamaan dapat terpupuk dari sini, ini terbukti antusias para hadirin begitu besar hingga suasana semakin semarak karenanya.

Dan akhirnya acara ditutup dengan saling berjabat tangan dan bermaafan antar anggota IPASPI Daerah Provinsi D.I. Yogyakarta yang hadir dalam acara tersebut.

 

Balikpapan | kepaniteraan online (11/10)

Ketua MA, Yang Mulia Dr. H. Harifin A. Tumpa, SH, MH,  meminta para Panitera/Sekretaris untuk berperan sebagai agen perubahan/pembaharuan (agent of change) bagi terjadinya perubahan di pengadilan.  Menurut Ketua MA, kondisi pengadilan yang berada di tengah berlangsungnya perubahan di berbagai sektor kehidupan saat ini menuntut adanya perubahan dan pembaharuan. Kalau pengadilan tidak melakukan perubahan sendiri maka pengadilan akan tergilas dengan perubahan  yang diinginkan oleh masyarakat.
Ketua MA mengungkapkan hal itu pada saat memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Nasional Ikatan Panitera/Sekretaris Pengadilan Seluruh Indonesia (IPASPI), Minggu (10/10), di Hotel Novotel Balikpapan. Hadir bersama Ketua MA, Waka MA Bidang Yudisial, Waka MA bidang Non Yudisial, Ketua Muda Pengawasan, Ketua Muda Pembinaan, Panitera MA, Sekretaris MA, Kepala BUA, Kepala Badan Pengawasan, Kepala Badan Litbangdiklat, Dirjen Badilag dan Dirjen Badilmiltun.

Penyelenggaraan Rakernas IPASPI yang diikuti oleh seluruh panitera/sekretaris tingkat banding  yang digelar sehari menjelang RAKERNAS MA ini telah berlangsung sejak penyelenggaraan rakernas tahun 2008 di Jakarta. Kali ini IPASPI mengusung  tema “ IPASPI siap melakukan perubahan guna terwujudnya peradilan yang agung”.



Ketua MA memberikan apresiasi positif terhadap tekad IPASPI melakukan perubahan sebagaimana tertuang dalam tema tersebut. “Tema rakernas IPASPI tersebut tidak sekedar selogan tapi menjadi kenyataan”, ungkap Ketua MA.

Panitera/Sekretaris selaku agent of change, kata Ketua MA,  harus melakukan perubahan terkait penyelenggaraan tugas pokoknya  yang meliputi : tata  kerja, mind set, minutasi, court calender dan etos kerja. “Jangan tunda-tunda pekerjaan. Selesaikan pekerjaan pada saat itu juga, jangan tunggu hari esok. Karena  hari esok akan kembali dijejali dengan pekerjaan”, tegas Ketua MA.

Persoalan lain yang menjadi perhatian Ketua MA adalah persoalan delegasi panggilan dan eksekusi putusan. Menurutnya persoalan delegasi panggilan hingga saat ini masih menjadi persoalan yang tak kunjung selesai,  padahal hal ini sangat terkait dengan kecepatan pelayanan yang menjadi asas lembaga peradilan. Oleh karena itu, Ketua MA meminta hal ini menjadi perhatian para Panitera/Sekretaris dan melakukan kontrol terhadap pengadilan di bawahnya yang dimintakan bantuan delegasi.

Sementara mengenai eksekusi putusan, ketua MA menyampaikan bahwa hanya 60 % putusan pengadilan yang dieksekusi. Dalam analisa Ketua MA, penyebabnya karena pengadilan pasif terhadap pelaksanaan eksekusi ini. “eksekusi dilaksanakan apabila ada permohonan dari para pihak”, ungkat Ketua MA. Untuk itu, Ketua MA meminta Panitera/Sekretaris melakukan kendali terhadap pelaksanaan isi putusan ini.

 

Terkait dengan sumber daya manusia Panitera/Sekretaris, Ketua MA meminta kepada para Panitera/Sekretaris untuk meningkatkan kemampuan manajerialnya. Ia menilai kemampuan manajemen khususnya merencanakan program masih rendah. Indikatornya nampak dari  kemampuan realisasi program/ penyerapan anggaran yang masih rendah. “yang berarti apa yang direncanakan tidak bisa dilaksanakan dengan baik”, tegasnya.

Perubahan Proporsional

Sementara itu Panitera MA, H. Suhadi, SH, MH dalam pengarahannya mengemukakan bahwa perubahan yang menjadi tekad IPASPI  harus dilakukan secara proporsional. “Jangan perbaiki barang yang tidak rusak”, ungkapnya mengutip pepatah. 

Perubahan di pengadilan, kata Panitera MA, harus diarahkan pada efektivitas pelaksanaan tugas pokok badan peradilan adalah menerima, memutus, menyelesaikan perkara. “Berbagai upaya yang bisa mempercepat kinerja/pelaksanaan tugas pokok sangat diharapkan”, imbuhnya.

Terkait dengan kebijakan yang telah dikeluarkan oleh MA, Panitera MA meminta Panitera/Sekretaris untuk  melaporkan perkara Korupsi yang ditangani pengadilan negeri ke Mahkamah Agung secara riil . Sehingga MA mendapatkan informasi yang akurat tentang hal ini, sehingga bisa mengcounter tuduhan tanpa data  akurat yang dilontarkan oleh sejumlah pihak;

Persoalan lain yang menjadi perhatian Panitera MA adalah persoalan biaya perkara. Ia meminta para Panitera/Sekretaris untuk melaksanakannya sesuai aturan.
“Berdasarkan pemeriksaan BPK, secara umum, hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan, antara lain penerapan aturan, besaran biaya proses yang berbeda antara satu dengan yang lainnya”, ungkapnya

Terkait dengan percepatan minutasi, Panitera kembali mengingatkan kewajiban menyertakan soft copy putusan dalam berkas perkara Kasasi/PK. “Keberadaan soft copy ini sangat signifikan mempercepat minutasi perkara, oleh karena itu mohon perhatiannya untuk dilaksanakan”, tegas Panitera MA.

Sementara itu Ketua Umum IPASPI, H. R. Anton Suyatno, SH, MH dalam laporannya menyampaikan bahwa rangka meningkatkan keserahteraan kepada para anggotanya IPASPI telah berhasil mendorong perubahan batas usia pensiun Panitera, Wakil Panitera, Panitera Muda, dan Panitera Pengganti pada pengadilan tingkat pertama dan banding dari 56 tahun menjadi 60 tahun (tk pertama) dan 63 tahun (tk banding), yang tertuang dalam UU perubahan  peradilan umum,  Agama, dan TUN.

“Keberhasilan tersebut tidak lain karena adanya dukungan dari Pimpinan Mahkamah Agung. Oleh karena itu pengurus IPASPI mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya”, ungkapnya.

Terkair dengan Rakernas MA, H. R. Anton Suyatno, SH, MH, menyatakan tekad IPASPI yang siap mendukung Rakernas MA yang bertema dengan semangat perubahan memperkokoh landasan menuju peradilan  yang agung. (asepnursobah)